Walikota Samarinda Jadi Dosen: Salut Etam Betuah Gelar Kelas Tatap Muka Hukum Internasional untuk ASN Pemkot
Peserta kelas tatap muka Hukum Internasional, ASN Pemerintah Kota Samarinda di Gedung BKPSDM Kota Samarinda, 13 Juni 2026.
Jam dua belas lewat. Gedung BKPSDM Kota Samarinda sedang sepi seperti hari Sabtu pada umumnya. Tidak ada antrian, tidak ada loket buka. Tapi di salah satu ruangannya, puluhan ASN sudah duduk rapi di depan meja. Bukan untuk rapat. Bukan untuk apel. Mereka kuliah.
Di depan mereka: Dr. H. Andi Harun. Walikota Samarinda. Buka laptop, tidak bicara basa-basi, langsung ke materi.
Satu Kelas yang Tidak Biasa
Dr. H. Andi Harun bukan dosen tamu yang datang sekali lalu pergi. Ia Dosen Fakultas Hukum dan Politik Universitas Terbuka. Jabatan walikota tidak mengubah itu. Sabtu ini, dengan kemeja denim dan tanpa protokol, ia mengajar Hukum Internasional untuk pegawainya sendiri.
Di layar: Hukum Humaniter Internasional dan Masa Depan Peradaban Global. Ia membuka dengan satu pertanyaan: di era drone dan kecerdasan buatan, apakah hukum perang masih relevan?
Pertanyaan itu tidak dijawab langsung. Sengaja. Peserta yang tadinya duduk pasif mulai membuka mulut. Seorang ASN dari dinas hukum mengangkat tangan. Lalu satu lagi. Diskusi soal UN Charter Pasal 2 ayat 3 berlangsung dua puluh menit lebih panjang dari jadwal.
Kenapa Sabtu?
Kelas ini dirancang dengan satu prinsip: tidak boleh mengganggu layanan publik. ASN yang hadir tetap masuk kerja Senin sampai Jumat. Sabtu siang mereka pilih sendiri untuk kuliah.
Ahmad Husaini, SH., MH., Kepala Salut Etam Betuah, yang mengusulkan formatnya. Beberapa bulan sebelumnya ia bertemu BKPSDM Kota Samarinda. Ia tahu banyak ASN Pemkot sudah terdaftar sebagai mahasiswa UT tapi hampir tidak pernah ikut tutorial tatap muka. Jaraknya bukan jarak fisik. Jadwalnya yang tidak pernah ketemu.
Solusinya sederhana: pindahkan kelas ke hari libur. Koordinasikan dengan dosen. Siapkan ruangan. Salut Etam Betuah yang mengurus semuanya. Instansi tinggal mengirim peserta.
Detail Kelas:
📚 Mata Kuliah: Hukum Internasional (HKUM4205)
👨🏫 Dosen: Dr. H. Andi Harun, Dosen Fakultas Hukum & Politik, Universitas Terbuka
🏛️ Peserta: ASN Pemerintah Kota Samarinda
📅 Sabtu, 13 Juni 2026 · Sesi 3, Siang Hari
📍 Gedung BKPSDM Kota Samarinda
Yang Terjadi di Dalam Ruangan
Rata-rata peserta sudah bekerja lebih dari sepuluh tahun di Pemkot. Beberapa S1-nya tertunda lama. Bukan karena tidak mampu bayar. Biaya UT jauh di bawah kampus lain. Yang tidak ada selama ini cuma waktu untuk datang ke kelas.
Hari Sabtu itu mengubah hitungan itu.
Sesi selesai. Sebagian besar peserta tetap duduk. Bukan karena disuruh. Mereka masih punya pertanyaan. Itu yang terjadi kalau dosennya tahu lebih dari yang tertulis di modul. Pesertanya sadar materi itu menyentuh langsung pekerjaan mereka.
Yang Berbeda dari Kelas Lain
Banyak instansi di Kalimantan Timur sudah menjalankan kelas serupa bersama Salut Etam Betuah: dinas kota, sekolah, satuan TNI, Polri. Tapi Pemkot Samarinda punya satu hal yang berbeda.
Walikotanya datang dan mengajar sendiri.
Dr. H. Andi Harun bukan kepala daerah yang cukup menganjurkan pegawainya kuliah. Ia datang sendiri dan mengajar langsung mata kuliah yang relevan dengan pekerjaan mereka di pemerintahan. Itu bukan hal yang banyak dilakukan kepala daerah di Indonesia.
Setelah foto-foto kelas ini beredar, beberapa instansi lain di Kalimantan Timur menghubungi Salut Etam Betuah. Semuanya menanyakan hal yang sama: apakah kelas seperti ini bisa dibuat untuk pegawai kami juga?
Jawabannya tetap iya. Jadwalnya menyesuaikan. Yang penting pesertanya siap belajar.
Instansi Anda Mau Buka Kelas Seperti Ini?
Satu percakapan cukup untuk mulai merencanakan. Soal dosen, jadwal, dan koordinasi, biar kami yang urus.




